News & Events
UNSIKA Lakukan Studi Tiru ke UNTAD Terkait Implementasi MBKM
- 1 November 2024
- Posted by: Ali Akbar
- Category: berita

MBKM UNTAD – Pusat Pengembangan (Pusbang) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menerima kunjungan Studi Tiru terkait penyusunan pedoman pelaksanaan 9 bentuk kegiatan MBKM universitas Tadulako (UNTAD), di Ruang Rapat LPPM pada Kamis (31/10/2024).
Kunjungan kali ini bertujuan untuk menggali pengalaman UNTAD dalam melaksanakan program MBKM yang telah terbukti sukses dan dapat dijadikan acuan bagi UNSIKA dalam pengembangan program serupa di masa depan.
Tim Studi Tiru Unsika terdiri dari Winarno, S.T., M.T., Ph.D. selaku Kepala LPMPP, Reminta Lumban Batu., S.Pd., M.M., Kepala Pusat Pembelajaran Luar Kampus, Himmah Hulailah, S.Pd., M.Pd, Staf Tata Usaha LPMPP, Krysma Dayanti, S.T THL Admistrasi LPMPP yang kemudian disambut hangat oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM), Dr. Lukman Nadjamudin, M.Hum, Kepala Pusbang MBKM Prof. Drs. Anang WM Diah, M.Si., Ph.D. Abdul Mahatir Najar., M.Si, Abdul Rohim S.Mat. Staf Administrasi Pusbang MBKM serta Mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Mandiri.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berbagi informasi terkait implementasi dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan MBKM, serta strategi yang diterapkan UNTAD dalam mengoptimalkan program tersebut.
Kepala LPMPP, Winarno, S.T., M.T., Ph.D. menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan di UNSIKA, khususnya dalam menciptakan peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk belajar di luar kampus melalui berbagai kegiatan seperti pertukaran mahasiswa, magang, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap dengan belajar dari UNTAD, UNSIKA dapat meningkatkan efektivitas program MBKM di kampus kami dan memberi manfaat lebih besar bagi mahasiswa,” ujar Winarno.
Sementara itu, Dr. Lukman Nadjamudin, M.Hum mengungkapkan bahwa UNTAD telah mengimplementasikan MBKM dengan sejumlah inovasi, antara lain kolaborasi dengan berbagai industri, lembaga riset, dan program-program kemitraan.
“Program MBKM di UNTAD telah memberikan dampak positif bagi mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Lukman.
Studi tiru ini juga mencakup observasi langsung terhadap proses administrasi, pengelolaan, dan evaluasi program MBKM yang telah diterapkan di UNTAD. Para peserta Pertukaran Mahasiswa Mandiri UNSIKA berharap bisa menerapkan pembelajaran yang diperoleh untuk menyusun strategi dan kebijakan yang lebih baik dalam menyukseskan program MBKM di UNSIKA.
Dengan adanya kunjungan ini, kedua universitas berharap dapat menjalin kerja sama lebih lanjut dalam rangka memajukan pendidikan tinggi di Indonesia, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
adapun dilakukan wawancara bersama empat mahasiswa pertukaran dari UNSIKA yaitu Anabilah Zelinda Rengganis, Alfiyah Haniah Fitriani, Daffa Ailsa Ramadhani, dan Tiara Putri Pralikha tentang kesan dan pesan mereka selama melakukan pertukaran di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi PG-PAUD di UNTAD seperti berikut :
Program MBKM apa yang sedang kalian lakukan saat ini?
Jadi program yang kita jalankan sekarang ini pertukaran mahasiswa mandiri yang dari Universitas asal, program dari UNSIKA ini ditawarkan kepada kami mahasiswa yang memang sudah siap untuk bisa dan mau untuk melakukan pertukaran mahasiswa.
Apa yang membedakan program mandiri dari universitas dengan program pertukaran dari kementrian?
Seleksi yang dilakukan itu berbeda dengan yang dilakukan oleh kementrian pada program pertukaran yang ada, bisa dibilang ini cukup mudah menurut kami karena hanya melihat ipk terakhir, KTM, Surat izin Orang tua, dan kesiapan materi untuk kehidupan sehari-hari nanti saat pertukaran, selain itu tidak ada lagi syarat khusus yang perlu dilakukan jadi sisanya ya “seleksi alam” seperti kami sebelumnya jumlah pendaftar ada 9 orang namun yang memang mau dan mampu untuk melanjutkan ternyata hanya 4 orang yang saat ini ada disini.
adapun perihal kesiapan materi itu kita juga dapat dari Universitas sejumlah 2 juta per bulan dan juga tanggungan tiket pesawat pulang dan pergi, jadi diluar dari itu menggunakan biaya sendiri.
Apa yang membuat kalian melakukan pertukaran di Universitas Tadulako?
Kalo itu memang sudah dari kaprodi kami yang memang bekerjasama dengan Untad, kebetulan kita dari Prodi Pendidikan Islam Usia Dini di Fakultas Agama Islam yang kalau di UNTAD kita masuknya di PG-PAUD FKIP.
Apakah terdapat kendala saat melakukan proses pembelajaran dan sebagainnya?
Saat sampai disini kita ikut dari pertemuan pertama perkuliahan, perihal rekognisi nilai itu sudah dikoordinasikan dengan kedua univ dan memang ada beberapa mata kuliah yang harus diambil di prodi lain karena tidak ada di prodi asal yaitu seperti pengambilan mata kuliah di prodi bimbingan konseling dan PG-SD, untuk total sks yang diambil di univ asal itu 21 sks tetapi disini jadi 16 sks dan itu memang sudah didiskusikan dengan ke-2 Univ untuk lebih lanjutnya.
Apakah ada saran untuk Universitas maupun MBKM?
Paling yang terpenting itu koordinasi yang lebih baik menurut kami, agar tidak adanya miss komunikasi baik dari mahasiswa maupun universitas.
Penulis : (Arifah Zhahiirah – Ali Akbar)